Perang Dunia II

Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut ialah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.

Asia dan Pasifik

1937: Perang Sino-Jepang

Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi Cina pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di Cina sebagai “American Volunteer Group” (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

1940: Jajahan Perancis Vichy

Pada 1940, Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Pembebasan Perancis (Forces Françaises Libres/FFL), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.

1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara

250px-burning_ships_at_pearl_harborPada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

1942: Invasi Hindia-Belanda

Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.
Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal

Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.

300px-us_landings1Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.

1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis Cina (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis Cina dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap Cina, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.

Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai “flying the Hump“. Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan dilatih oleh AS, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara AS, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai “Forgotten Army”, yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

180px-nagasakibombPerebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945, bomber B-29 “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.
Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

Afrika dan Timur Tengah

1940: Mesir dan Somaliland

Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

220px-crusadertankandgermantankPertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun“, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.

1942: Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis

220px-torch-troops_hit_the_beachesUntuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.

1943: Kalahnya Korps Afrika

Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.

Eropa dan Rusia (Uni Soviet)

1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia

300px-foto_hitler_bewarnaPerang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman Luftwaffe. Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan

second_world_war_europe_animation_small1Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.
Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.
250px-hitlermusso4Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1941: Invasi Uni Soviet

Operasi Barbarossa

Operasi Barbarossa (Jerman: Unternehmen Barbarossa) adalah sebutan invasi tentara Nazi Jerman di Uni Soviet pada Perang Dunia II. Invasi ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1941. Barbarossa adalah nama seorang Kaisar Jerman pada Abad Pertengahan.
Mula-mula pasukan Adolf Hitler menang dengan taktik Blitzkrieg nya, tetapi musim dingin tiba dan ini adalah sekutu terbaik Rusia. Pasukan Jerman mampu menghancurkan pasukan-pasukan Uni Soviet namun gagal memperhitungkan kemampuan Uni Soviet untuk secara terus-menerus memperbarui dan mempersenjatai pasaukan baru. Yakin bahwa Jepang tidak akan menyerang di Timur, Stalin juga menarik pasukan Uni Soviet dari Siberia untuk mempertahankan Moskwa dan melakukan serangan balik. Pasukan Jerman dapat menekan sampai beberapa kilometer dari Moskwa, namun serangan balik Uni Soviet di tengah musim dingin akhirnya berhasil mematahkan Operasi Barbarossa. Hitler mengharapkan pukulan cepat dan tidak mempersiapkan perang yang berkelanjutan di tengah musim dingin Rusia.

Pertempuran Stalingrad

Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.

Pertempuran Stalingrad
Bagian dari Front Timur dari Perang Dunia II

Tentara Jerman digiring ke kamp tawanan Soviet, melewati reruntuhan di Stalingrad, Februari 1943
Tanggal 21 Agustus 19422 Februari 1943
Lokasi Stalingrad, Uni Soviet
Hasil Kemenangan Soviet
Pihak yang terlibat
Jerman
Rumania
Italia
Hungaria
Uni Soviet
Komandan
Adolf Hitler
Friedrich Paulus #
Erich von Manstein
Hermann Hoth
Petre Dumitrescu
Constantin Constantinescu
Italo Garibaldi
Gusztav Jany
Vasily Chuikov
Aleksandr Vasilevsky
Georgy Zhukov
Semyon Timoshenko
Konstantin Rokossovsky
Rodion Malinovsky
Andrei Yeremenko
Kekuatan
Grup Tentara B:
Tentara Keenam Jerman #
Grup Panser Keempat Jerman
Tentara Ketiga Rumania
Tentara Keempat Rumania
Tentara Kedelapan Italia
Tentara Kedua HungariaTotal: 850,000[rujukan?]
Front Stalingrad
Front Barat Daya
Front DonTotal: 1,700,000[rujukan?]
Jumlah korban
740,000 terbunuh atau terluka parah[rujukan?]
110,000 tertangkap[rujukan?]
750,000 terbunuh, terluka, atau tertangkap[rujukan?],
40,000+ rakyat sipil meninggal[rujukan?]
Front Timur di Perang Dunia II
BarbarossaSilberfuchsSmolenskUmanKiev ke-1TyphoonRostov ke-1LeningradMoskwaSevastopolRzhev-Vyazma ke-1Kharkov ke-2Voronezh ke-1StalingradVelikiye LukiUranusRzhev-Sychevka ke-2SaturnusKharkov ke-3KurskBelgorodKharkov ke-4KorsunNarvaKantong HubeBrodyBagrationKiev ke-2DebrecenVistula-OderBalatonBerlinHalbePraha

1944: Serangan Balik

Invasi Normandia

Invasi Normandia, yang nama kodenya adalah Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan Sekutu saat Perang Dunia II pada tanggal 6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan invasi laut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta tentara menyeberangi Selat Inggris dari Inggris ke Perancis yang diduduki oleh tentara Nazi Jerman.
Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada. Pasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Selain itu, pasukan dari Belgia, Cekoslowakia, Yunani, Belanda, dan Norwegia juga turut serta.[4]
Invasi Normandia dibuka dengan pendaratan parasut dan glider pada dini hari, serangan udara dan artileri laut, dan pendaratan amfibi pagi hari, pada 6 Juni, D-Day. Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan, dengan kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai yang sudah dikuasai Sekutu. Invasi ini berakhir dengan dibebaskannya Paris, dan jatuhnya kantong Falaise pada akhir Agustus 1944.
Invasi Normandia
Bagian dari Perang Dunia II
Kompi E, Infanteri ke-16, Amerika Serikat mendarat di Pantai Omaha, Normandia.
Kompi E, Infanteri ke-16, Amerika Serikat mendarat di Pantai Omaha, Normandia.
Tanggal 6 Juni 194425 Agustus 1944
Lokasi Normandia, Perancis
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak yang terlibat
Amerika Serikat
Britania Raya
Kanada
Pasukan Kemerdekaan Perancis
Polandia
Nazi Jerman
Komandan
Dwight Eisenhower
Bernard Montgomery
Bertram Ramsay
Trafford Leigh-Mallory
Gerd von Rundstedt
Erwin Rommel
Friedrich Dollmann
Kekuatan
1.452.000 (25 Juli)[1] 380.000 (23 Juli)[2]
Jumlah korban
45.000 tewas
173.000 terluka atau hilang[3]
200.000 tewas, terluka, atau hilang
200.000 tertangkap
1945: Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman

Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

Perang Dunia II
Pasukan sekutu menuju Pantai Omaha.
Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha.
Tanggal 1 September 19392 September 1945
Lokasi Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.
Hasil Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan Eropa.
Pihak yang terlibat
Sekutu:
Britania Raya
Uni Soviet
Amerika Serikat
Republik Cina
lainnya
Axis:
Nazi Jerman
Italia
Jepang
lainnya
Komandan
Winston Churchill
Joseph Stalin
Franklin Roosevelt
Chiang Kai-Shek
Adolf Hitler
Benito Mussolini
Hideki Tojo
Jumlah korban
Militer tewas:
17.000.000
Sipil tewas:
33.000.000
Total tewas:
50.000.000
Militer tewas:
8.000.000
Sipil tewas:
4.000.000
Total tewas:
12.000.000

Soekarno (Sejarah yang tak Memihak)

Hari itu, 21 Juni 1970. Bung Karno meninggal. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir (dulu KKO). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono – Panglima KKO – pernah berkata,
“ Putih kata Bung Karno, putih kata KKO, hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO“
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya Mayjend. Ibrahim Adjie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.

The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor. Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya – Mayjend. Amir Mahmud – disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang. Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.
Het is niet meer mijn huis “ – “sudahlah, ini bukan rumah saya lagi”, demikian Bung Karno menenangkan istrinya.
Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.
Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di Inggris. Jendral KKO Hartono menjadi dubes di Korea Utara. Ditengah masa tugasnya Jenderal Hartono dipanggil pulang ke Jakarta, dan secara misterius mati terbunuh di rumahnya.

Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenazah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang Proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin – Gubernur Jakarta – yang juga berasal dari KKO Marinir.
Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat-alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang-alang setinggi dada manusia.
Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah. Beberapa orang di sana sungkem kepada jenazah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang-orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenazah sang Proklamator. Walau semasa hidupnya bung Karno berkeinginan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno berdekatan dengan ibu kota.
Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Dalam catatan Kolonel Saelan, mantan wakil komandan Cakrabirawa,
Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara-cara yang amat kasar, dengan memukul-mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan.
(Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966)

dr. Kartono Mohammad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewawancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
(Kompas 11 Mei 2006)

Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,
Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batu Tulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad
(Kompas 13 Januari 2008)

Sangat berbeda dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang mantan Presiden.

Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran? Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir-tabir di sekelilingnya yang diam membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.
Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata
(*WS Rendra)

 

*Artikel ini sebagian dikutip dari http://blog.imanbrotoseno.com

Soeharto: 1921-2008

Meskipun mengenai Soeharto secara personal ada yang berkata, some things are better left unspoken, tapi saya ingin mengutarakan opini saya tentang sosok yang satu ini. Menurut saya Pak Harto memiliki sifat bawaan manusia, ada baiknya, ada jeleknya dan ada nakalnya.

Hanya karena beliau seorang yang diberi kekuasaan atas ratusan juta rakyat selama puluhan tahun, sifat manusia biasa tadi memberi dampak yang sangat tidak biasa. Mungkin kita juga bersalah “membiarkannya” terlalu lama jadi penguasa, sudah terbukti kekuasaan yang terlalu lama membuat mabuk dan bisa mengubah orientasi dan sifat manusia, setangguh apapun. Lagi pula, menjadi pemimpin membuatnya harus mengambil keputusan, dan keputusan apapun tidak akan pernah bisa membuat semua orang senang.

Baik dan Buruk Seorang Soeharto

The Good:

  • Menekan laju inflasi era 60-an (dari 650% di tahun 1966 menjadi hanya sekitar 13 % saja ditahun 1968) dan memperbaiki nilai rupiah.
  • Somehow, memberi stabilitas keamanan dan persatuan nasional sesuatu yang susah sekali diukur namun sangat besar artinya terutama melihat semakin kesini semakin acak-acakan negara ini. Sebuah prestasi yang sering kita rindukan akhir-akhir ini, meskipun harus dicapai dengan lebih baik.
  • Role model dalam bantuan sosial : yayasan trikora, yayasan supersemar (beasiswa pendidikan dasar sampai S3), yayasan seroja (santunan anak tentara yang gugur di timor timur), yayasan dwikora (santunan untuk anak yang orangtuanya gugur di konfrontasi dengan malaysia), yayasan harapan kita (RS. harapan kita), yayasan amal bakti muslim pancasila (pendirian masjid)
  • Banyak orang menulis, andaikan Soeharto kekeuh tidak mau mundur tahun 1998 dan nekad menumpas demonstrasi mahasiswa, bisa dibayangkan Indonesia mirip Myanmar atau mirip Tiananmen. Masih terbukti beliau seorang negarawan.
  • Seberapapun besar dan jeleknya tuduhan dialamatkan orang padanya, dia tidak pernah ingin meninggalkan negeri ini.

The Bad:

  • Tanyakan kepada ratusan aktivis yang pernah keluar masuk penjara dengan tuduhan subversi selama pemerintahan Soeharto…Dr Syahrir, Dr Adnan Buyung Nasution, Hariman Siregar, Judil Herry Justam, Soekotjo Soeparto, Dr Rizal Ramli, AM Fatwa, Dr Arief Rachman, Lopez Da Lopez, Ibrahim Zakir, Musfihin Dahlan, Umar Marasabessy, Evert Matulessy, Ir Sanusi, Prof Ismail Suny, HR Soedarsono.
  • Memberi keistimewaan kepada pelaku ekonomi tertentu, dan menjadikan mereka konglomerat sementara membunuh cita-cita koperasi – nya Bung Hatta. Membuat Indonesia sebagai surga-nya investor asing dan perusahaan minyak/ mineral dunia dengan begitu banyak kontrak investasi dan eksplorasi yang sangat tidak lazim dan merugikan. Berbanding terbalik dengan Malaysia dan Thailand yang memberi proteksi pada pelaku ekonomi pribumi.
  • Anak-anak, saudara dan sahabat adalah harta dunia, dan ternyata anak-anak, saudara dan sahabat Soeharto memang berkelimang dengan harta. Transparency International mencatat Soeharto sebagai koruptor terbesar sepanjang masa. Namun perlu juga dicatat ungkapan ini: Kalau di era Orde Lama korupsi malu-malu, di era Orde Baru korupsi di bawah meja, di era Orde Reformasi korupsi di atas meja dan bahkan mejanya dikorupsi”. Kita tidak belajar apa-apa rupanya.
  • Banyak orang, meskipun kebenarannya masih menjadi kontroversi, memberinya predikat “pembunuh massal”, kasus pemberantasan PKI yang sembrono dan Timor Timur serta Aceh yang diperkirakan menelan nyawa lebih dari 500.000 orang.

Selamat jalan pak Harto… hati ini sering ragu bagaimana harus menilaimu (dan Tuhan juga tak butuh penilaian manusia untuk menilaimu). Yang pasti, kami ingin lebih baik dan belajar dari masa lalu-mu… You were My President.

Thamsir Jalan Santai Bersama Ribuan Warga Perawang

Ahad, 27 Juli 2008 17:25

Para peserta Pilkada Riau terus mengupayakan pendekatan pada masyarakat. Seperti salah satu cara yang dilakakukan Raja Thamsir Rachman dengan ikut jalan santai bersama ribuan warga Perawang.
Riauterkini-PEKANBARU- Ribuan warga Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak tumpah-ruah di jalan raya kota industri tersebut, Ahad (27/7). Mereka mengikuti gerak jalan santai yang digelar Gerakan Masyarakat Thamsir Rachman (Gemasrata) dan sejumlah partai pendukung Raja Thamsir Rachman dalam Pilkada Riau.
Thamsir hadir dalam acara tersebut sebagai tamu. Ia tak sekedar bersama ribuan warga berjalan santai dan mengikuti senam Riau Sehat, namun juga sempat didaulat untuk menyanyikan lagu, menghibur para peserta jalan santai yang dimulai dan diakhiri di Lapangan Koramil Tualang tersebut.
Ketua Gemasrata, Syaiful mengatakan, bahwa gerak jalan santai yang digelar lembaganya bukan kampanye, malainkan ajang silaturahim antara warga dengan calon gubernur Thamsir Rachman. “Ini bukan kampanye, karena tidak ada orasi. Hanya gerak jalan santai untuk menyehatkan masyarakat, sekaligus bersilaturahim,” ujarnya kepada wartawan.

Acara gerak jalan santai tersebut semakin meriah ketika usai jalan santai dilakukan pencabutan undian berhadiah. Menurut Syaiful yang juga selaku ketua panitia gerak jalan santai, pihaknya mencetak 7.500 kupon, seluruhnya habis.

 

 

Golkar Kampar Targetkan 46 Persen Suara untuk RZ-MM

Ahad, 27 Juli 2008 16:37

Partai Golkar terus memaksimalkan mesin politik guna memenangkan pasangan RZ-MM. Khusus untuk wilayah Kampar, Golkar setempat menargetkan mendulang 46 persen suara.
Riauterkini-BANGKINANG-Setelah Bupati Kuantan Singingi yang juga ketua DPD II Partai Golkar Kuansing H.Sukarmis yang mematok kemenangan RZ-MM di Kuansing mencapai 68 persen, kini giliran Bupati Kampar H.Burhanuddin Husein yang juga ketua DPD Partai Golkar Kampar yang menargetkan pemenangan RZ-MM di Kampar 46 persen. Jumlah ini lebih kecil dibanding dengan target Kabupaten Kuansing. Namun Burhanuddin memastikan target tersebut rill.
“Kita tidak ingin muluk-muluk, kita targetkan 46 persen untuk kabupaten Kampar, itu artinya pasangan RZ-MM akan menang untuk pemilihan di Kampar,” ujar Burhanuddin Husein pada acara Silahaturrahmi dan Isra’ Mi’raj Partai Golkar Kabupaten Kampar di Bangkinang, Sabtu (26/7).
Burhanuddin, menjelaskan belajar dari pemilihan Bupati Kampar yang lalu. Pasangan Burhanuddin-Teguh yang diusung Partai Golkar, PKS dan PBB memperoleh 42 persen suara. Kalau saat ini pasangan RZ-MM yang diusung Golkar, PPP, PBR dan PKB akan lebih besar perolehan suaranya.
“Apalagi figur pak Rusli sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kampar, saya yakin saat ini kita hanya mengawal potensi yang sudah ada,” ujar Burhanuddin Husein yang mengaku telah membentuk tim relawan yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Kampar.
Burhanuddin juga meminta kepada seluruh kader dan simpatisan partai serta pendukung RZ-MM untuk tidak mudah terpengaruh dengan bujuk rayu serta black campaign yang dilakukan lawan politik. “Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu” ujar Burhanuddin.
Acara yang dihadiri dewan penasehat Partai Golkar H.Thamrin Nasution, direktur pemenangan RZ-MM Soegianto, Wakil ketua pemenangan RZ-MM Zulfan Heri dan ketua Kosgoro Kampar Drs. Zulher serta sejumlah pengurus Partai Golkar Riau dan Kabupaten Kampar.

Sementara ketua DPD Golkar Riau HM Rusli Zainal meminta seluruh kader dan simpatisan kader untuk selalu kompak. Kekakalahan kader Golkar di sejumlah daerah diharapkan menjadi motivasi dan pendorong bagi kader partai Gollkar Riau. “Riau saat ini menjadi perhatian nasional, oleh karenanya, saya berharap kader partai Golkar memberikan yang terbaik,” ujar Rusli Zainal.

Ratusan Baleho, Poster dan Stiker Cagubri Ditertibkan Panwas Pilkada

Jum’at, 25 Juli 2008 10:18

Panwas Pilkada kemarin telah melakukan penertiban terhdap baleho dan atribut lain peserta Pilkada Riau. Hasilnya ratusan baleho, poster dan stiker diamankan.
Riauterkini-PEKANBARU- Bersama Satpol Pamong Praja (PP) Pemprov Riau Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Riau kemarin, Kamis (24/7) melakukan penertiban terhadap seluruh alat peraga yang mengarah pada kampanye dini pasangan peserta Pilkada. Hasilnya ratusan baleho, poster dan stiker diamankan dari berbagai tempat di Pekanbaru.

Menurut anggota Panwas Pilkada Riau Muhammad Amin, hasil penertiban kemarin sebanyak 35 spanduk, 10 baliho dan 130 poster dan stiker yang mempopulerkan ketiga pasangan calon, yaitu Chaidir-Suryadi Khusaini (CS), Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM), dan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan), semuanya diturunkan. Spanduk dan poster dicabut, baliho dikoyak dan stiker dikikis menggunakan pisau cutter.

Dijelaskan Amin, untuk tahap awal ini memang dimulai dari Kota Pekanbaru, selanjutnya dilanjutkan kepada daerah lain. “Untuk Pekanbaru ini kita melibatkan semua panwaslih hingga kecamatan,” ujarnya.

Penertiban dilakukan, setelah sebelumnya, Panwas Pilkada Riau telah mengirimkan surat kepada masing-masing calon untuk menurunkan baleho tersebut sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 dan UU No 12 Tahun 2008. Jika tidak diindahkan maka akan dikenai sanksi 15 hari kurangan dan denda Rp100 ribu hingga Rp1 juta.
“Selain dengan mengirimkan surat, kita juga sudah membuat imbauan di media terkait dengan pelaksanaan penertiban baliho, stiker, dan alat peraga pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada Riau,” terangnya.
Ketua Panwas Pilkada Kota Pekanbaru, Syahrul yang anggotanya menjadi unjuk tombak penertiban kemarin tersebut, menegaskan, bahwa Panwas Pilkada akan tegas dalam bersikap, sesuai tuntutan undang-undang dan pesan masyarakat. Mereka akan membersihkan atribut terselubung itu kapanpun ditemui lagi. “Kalau masih ada baliho, spanduk dan poster mereka akan kita tertibkan saja. Asal ada nampak kita ‘sapu’,” jelas Syahrul.

Dijelaskan Amin, untuk tahap awal ini memang dimulai dari Kota Pekanbaru, selanjutnya dilanjutkan kepada daerah lain. “Untuk Pekanbaru ini kita melibatkan semua panwaslih hingga kecamatan,” ujarnya.

Penertiban dilakukan, setelah sebelumnya, Panwas Pilkada Riau telah mengirimkan surat kepada masing-masing calon untuk menurunkan baleho tersebut sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 dan UU No 12 Tahun 2008. Jika tidak diindahkan maka akan dikenai sanksi 15 hari kurangan dan denda Rp100 ribu hingga Rp1 juta.
“Selain dengan mengirimkan surat, kita juga sudah membuat imbauan di media terkait dengan pelaksanaan penertiban baliho, stiker, dan alat peraga pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada Riau,” terangnya.
Ketua Panwas Pilkada Kota Pekanbaru, Syahrul yang anggotanya menjadi unjuk tombak penertiban kemarin tersebut, menegaskan, bahwa Panwas Pilkada akan tegas dalam bersikap, sesuai tuntutan undang-undang dan pesan masyarakat. Mereka akan membersihkan atribut terselubung itu kapanpun ditemui lagi. “Kalau masih ada baliho, spanduk dan poster mereka akan kita tertibkan saja. Asal ada nampak kita ‘sapu’,” jelas Syahrul.

Syahrul mengimbau kepada ketiga pasangan calon untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Jika tidak, dapat dikenai sanksi pidana sesuai Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pelaksanaan Pilkada. Sanksi itu antara lain kurungan penjara selama 15 hari-3 bulan atau denda sebesar Rp100 ribu sampai Rp1 juta.

Adolf Hitler

Adolf Hitler (20 April 188930 April 1945) adalah seorang perancang yang pintar, orator yang hebat dan seorang tokoh politik yang menjadi idola di Jerman antara akhir 1920-an dan 1940-an. Beliau terlibat dalam Perang Dunia I tetapi memainkan peranan penting dalam Perang Dunia II. Beliau terkenal sebagai orang yang berhasil menyatukan penduduk berbahasa Jerman walaupun akhirnya negara itu terpecah menjadi dua bagian yaitu Jerman Timur dan Barat. Kini beliau dilabeli oleh kebanyakan orang Barat dan bahkan oleh orang Jerman sendiri sebagai orang yang kejam, bengis dan diktator yang gila kekuasaan.

Sejarah awal

Pada 18:30 20 April, 1889, beliau dilahirkan disebuah perkampungan kecil Braunau Am Inn, Austria berdekatan dengan perbatasan Jerman di Bavaria.

Ayahnya, Alois Hitler seorang pegawai kastam telah menikah sebanyak dua kali sebelum menikahi ibu Hitler, yaitu Klara Pölzl. Sebelum melahirkan beliau, ibunya telah melahirkan dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Malangnya, ketiga anaknya mati pada usia yang muda. Karenanya, ketika beliau dilahirkan, ibunya telah memanjakannya bagai ‘menatang minyak yang penuh’.

Pada usia enam tahun, beliau masuk gred pertama di sebuah sekolah awam di Fischlham berdekatan dengan Linz, Austria. Ayahnya yang biasa dengan disiplin di tempat kerjanya mencoba untuk mengamalkannya di rumah. Abang angkatnya, Alois Jr., sering dipukul oleh ayahnya dan pada umur 14 tahun, dia telah lari dari rumah. Akibatnya, Hitler menjadi pelampiasan kezaliman ayahnya.

Semasa di sekolah dasar beliau telah menunjukkan bakatnya dalam beberapa bidang seperti lukisan dan nyanyian. Malah sewaktu belajar di sebuah sekolah Katholik, beliau pernah mengikuti kumpulan koir di situ di mana beliau dipuji kerana suaranya yang merdu. Di samping itu, beliau sangat meminati seni reka bangunan dan mampu melakarkan semula sebuah bangunan hanya dengan menggunakan ingatannya. Kegemarannya yang lain ialah membaca buku, terutama kisah koboi dan Indian dari Amerika dan juga kisah perang yang melibatkan Empayar Jerman pada masa dahulu. Namun demikian, beliau sangat lemah dalam mata pelajaran Matematika dan juga Bahasa.

Oleh sebab itu sebelum melanjutkan ke sekolah menengah, beliau ingin masuk ke sekolah jurusan klasik di mana beliau boleh belajar lebih mendalam tentang lukisan. Namun ayahnya melarang, dan memaksa anaknya masuk ke sekolah teknik dan menjadi seorang pegawai kerajaan. Oleh karena itu, Hitler terpaksa menurut dengan kehendak ayahnya dan masuk ke sekolah teknik. Tetapi beliau sering berselisih dengan ayahnya sehingga ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba pada Januari 1903 akibat pendarahan paru-paru.

Masa Remaja

Setelah ayahnya meninggal dunia, Hitler menjadi seperti “layang-layang terputus tali”. Beliau melakukan apa saja yang disukainya tanpa menghiraukan orang lain. Grednya semakin menurun dan beliau sering melakukan perkara yang nakal di sekolah dan menentang autoriti guru-gurunya. Semasa di sekolah, beliau hanya meminati dua hal yaitu sejarah dan lukisan. Beliau sangat mengagumi guru sejarahnya, Dr. Leopold Pötsch, yang suka menceritakan tentang perwira-perwira Jerman pada masa lampau. Pada usia awal remaja beliau amat meminati nasionalisme Jerman dan lukisan serta seni reka.

Sewaktu berusia 15 tahun beliau diserang pendarahan paru-paru, suatu penyakit turun temurun dan setahun kemudian meninggalkan persekolahan atas alasan kesehatan. Setelah itu beliau menghabiskan waktunya di sekitar bandar raya Linz, Austria, melewati museum, opera, dan duduk ditebing Sungai Danube sambil bermimpi menjadi seorang pelukis yang terkenal.

Pada usia 17 tahun beliau berkunjung ke ibu kota negara Austria yaitu Vienna. Beliau amat kagum dengan keindahan seni reka bangunan disana seperti opera house dan bangunan Parlemen serta bangunan di sekitar Ring Boulevard. Justru itu, beliau mengambil keputusan untuk mendaftar di “Vienna Academy of Fine Arts“, sebuah sekolah kesenian yang bergengsi. Setahun kemudian beliau mengeluarkan uang harta pusakanya untuk tinggal dan belajar di Vienna. Pada masa itu ibunya semakin rapuh akibat penyakit kanker payudara. Namun cita-cita beliau yang tinggi untuk menjadi seorang pelukis terkemuka telah membuat beliau meninggalkan ibunya sendiri. Walaupun begitu cita-cita beliau musnah apabila gagal dalam tes masuk akademi tersebut. Malah beliau telah gagal dalam tes tersebut sebanyak dua kali dan tidak berhasil memasuki akademi yang bergengsi ini. Kesedihan ini bertambah ketika ibunya meninggal dunia pada Desember 1907.

Selepas kematian ibunya, Hitler masih mencoba peruntungannya di Vienna. Dengan gaya hidupnya yang mewah, pendapatan Hitler semakin menurun dan akhirnya beliau terpaksa tidur di bangku taman parkbenches dan bergantung pada belas kasihan daripada orang banyak. Kehidupannya yang sengsara ini telah menjadikannya berhati keras dan mempunyai jiwa untuk terus hidup (survival) dan tiada ruang untuk belas kasihan.

Pada usia 21 tahun beliau memperoleh mata pencahariannya melalui penjualan gambar-gambar bangunan yang disalin dari poskad. Selain itu beliau mulai membaca buku-buku filsafat dari penulis seperti Nietzsche, Hegel, Fichte, Treitschke dan Houston Stewart Chamberlain.

Keikutsertaan dalam Perang Dunia I

Keikutsertaan Jerman dalam Perang Dunia I merupakan saat yang dinanti-nantikan oleh Hitler. Beliau dengan penuh semangat telah turut serta dalam pasukan tentara untuk berjuang melawan musuh. Tugasnya yang pertama ialah sebagai penghantar perutusan dalam pasukan Infantri Regimen Bavaria ke 16. Beliau terkenal oleh sahabat-sahabatnya sebagai seorang yang licik dan selalu terlepas dari maut. Karena keberaniannya, beliau telah dianugerahi beberapa piagam termasuk piagam bergengsi yaitu “Iron Cross“. Tujuan utama Hitler turut serta dalam peperangan ini ialah untuk memperoleh kemenangan yang gemilang bersama pasukan tentara. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya dan Jerman terpaksa mengaku kalah kepada Perancis dan Sekutunya. Jerman telah dihina ketika mereka dipaksa membayar sejumlah uang yang besar kepada negara Perancis. Banyak rakyat Jerman merasa dikhianati oleh kerajaan sendiri yang mereka anggap telah menikam Jerman dari belakang dan ini termasuk Hitler sendiri. Beliau sangat kecewa karena negara Jerman yang beliau sanjung terpaksa tunduk kepada kekuasaan lain terutama musuh bebuyutan mereka yaitu Perancis (lihat Perjanjian Versailles). Ketika pelucutan senjata ‘Armistice‘ ditandatangani pada 11 November 1918, Hitler sedang dirawat di Rumah Sakit. Ketika itu beliau memangku jabatan sebagai lans-kopral.

Awal keterlibatan Hitler dalam politik

Setelah Perang Dunia I berakhir, Hitler pun ditempatkan di Munich, ibu kota Bavaria. Ketika itu Bavaria berada dalam situasi revolusi. Kurt Eisner, pemimpin partai Sosialis Bebas (Independent Socialist Party), telah mengupayakan Bavaria sebagai sebuah Republik Sosialis. Akibatnya pada Mei, 1919 Tentara Jerman telah memasuki Munich dan menumpas Kerajaan Sosialis tersebut. Hitler sendiri telah ditahan karena dituduh sebagai seorang yang berfaham Sosialis. Namun beliau dibebaskan setelah sepakat untuk membantu mereka memata-matai tentara yang menyokong kerajaan revolusi pimpinan Kurt Eisner. Beliau kemudian diberi tugas yang baru yaitu sebagai perisik gerakan revolusi di Munich.

Pada September 1919, beliau diperintahkan untuk menghadiri musyawarah German Worker’s Party (GWP). Pihak tentara ragu partai baru ini yang dipelopori Anton Drexler, cenderung ke arah revolusi komunis. Sewaktu menghadiri musyawarah ini beliau setuju dengan misi partai ini yaitu kearah nasionalisme Jerman dan anti-Semitisme. Walaupun beliau hadir sebagai seorang perisik, beliau tidak dapat menahan dirinya dengan mengeluarkan ucapan yang berkobar-kobar. Drexler amat tertarik dengan kharisma Hitler sewaktu berpidato dan kemudian meminta beliau bergabung dengan partai ini.

Sewaktu Hitler bergabung dengan partai GWP, massanya sangatlah sedikit yaitu hanya sebanyak 46 orang. Namun beliau tidak berputus asa dan menggunakan keahliannya sebagai medan latihan untuk memperbaiki kemahiran berpidatonya. Lama kelamaan beliau telah menjelma menjadi bintang yang bersinar dan kemampuannya dalam berorasi telah menarik banyak orang untuk mendukung partai tersebut. Hitler kemudian terus berkecimpung dalam arena politik. Antara lain beliau telah membawa masuk beberapa kawan tentaranya termasuk Kapten Ernst Roehm. Masuknya Roehm sangat bermakna bagi partai yang baru ini, karena dia mempunyai akses kepada tabung tentara dan uang ini telah disalurkan kepada partai tersebut. Hitler kemudian diberi tugas mengurus jentera propaganda partai pekerja ini dan beliau kemudian mengganti nama Partai Pekerja Jerman menjadi Nationalist Socialist German Workers Party (NSDAP) atau partai Nazi.

Pada Februari 1920, parti NSDAP telah membuat programnya yang pertama yang disebut “25 Points” (25 perkara). Antara lain, program ini telah menolak syarat-syarat Perjanjian Versailles dan menyerukan kepada rakyat Jerman untuk bersatu. Program ini telah memperkokoh ideologi nasionalisme, dengan memberi hak kepada rakyat Jerman saja dan tidak untuk orang luar atau orang asing. Pada 24 Februari 1920, sebuah pertemuan besar-besaran diadakan untuk mengumumkan pogram ini kepada rakyat jelata dan dihadiri oleh 2.000 orang. Hitler sadar kejayaan partai Nazi adalah atas usahanya sendiri dan Drexler terpaksa meletakkan jabatan untuk memberi jalan kepada Hitler.

Pada awal pendiriannya, gerakan partai ini terbatas di Munich yaitu ibu kota Bavaria. Pada 1923, ekonomi Jerman dilanda krisis ketika pekerja di Ruhr melakukan mogok. Mogok ini terjadi karena tentera Perancis menduduki wilayah tersebut setelah kerajaan Jerman gagal membayar pampasan perang mereka kepada Perancis. Pada 13 Agustus Canselir Jerman yang baru, Gustav Stresemann setuju untuk kembali membayar uang pampasan kepada Perancis dan ini mencetuskan kemarahan rakyat Jerman. Hitler menganggap peristiwa ini sebagai suatu kesempatan untuk menumbangkan kerajaan Bavaria dan juga Kerajaan Demokratik Jerman. Walaupun begitu, revolusi yang dikenali sebagai “Beer Hall Putsch” telah digagalkan. Pemberontakan selama dua hari ini telah ditumpas oleh pihak berkuasa Munich dan beberapa ahli Nazi telah terbunuh. Hitler dan para penasehatnya telah dihukum dengan kesalahan dan dipenjara atas tuduhan pengkhianatan. Pada waktu ini karier politik Hitler telah berakhir selama beberapa tahun.

Kebangkitan Hitler sebagai Fuhrer partai Nazi

Hitler dibebaskan dari penjara pada 20 Desember 1924. Jerman pada waktu itu sedang mengalami pemulihan ekonomi dan rakyatnya mulai yakin kembali dengan sistem demokratik negara. Antara 1924 hingga 1929, partainya mengalami masa yang kelam. Sewaktu pemilu 1924 dan 1928, partai NSDAP memperoleh kursi yang sedikit di Reichstag yaitu kurang dari 20 kursi. Pada waktu itu, beberapa orang penting telah bergabung dengan partai NSDAP yaitu Joseph Goebbels dan Heinrich Himmler. Mereka kemudian menjadi penyokong Hitler yang paling berpengaruh semasa beliau memimpin negara Jerman.

Walaupun begitu nasib mulai berpihak pada Hitler pada 1929, ketika Amerika Serikat dilanda krisis besar akibat kejatuhan di Wall Street. Pada akhir 1930, hampir 4 juta rakyat Jerman menjadi penganggurran. Dukungan kepada partai NSDAP semakin melonjak. Pada tahun 1929 partai NSDAP memenangi undian majoriti dalam pengundian bandar Coburg, dan kemudian memenangi pengundian daerah Thuringia. Akhirnya pada pemilihan umum September 1930, partai pimpinan Hitler menambah kursinya dari 14 menjadi 107, menjadikannya partai kedua terbesar di Reichstag.

Pada 1932, partai NSDAP menjadi partai terbesar di Reichstag, namun partai beliau dijegal oleh partai lain seperti Partai Jerman Sosial Demokrat dan Partai Komunis Jerman. Sebelum ini, beliau telah berulang kali meminta Presiden Paul von Hindenburg untuk menjadi Canselir tetapi selalu menemui kegagalan. Akhirnya beliau hilang kesabaran dengan demokrasi dan melancarkan keganasan terhadap penyokong sosialisme dan komunisme. Banyak pendukung partai dibunuh dan beberapa ahli partai Nazi dipenjara. Akibatnya, banyak rakyat Jerman menolak Nazi yang dianggap sebagai partai samseng dan pada pemilu 1932, dukungan terhadap partai ini menurun. Disaat Partai Komunis mendapat dukungan padu dan berhasil menambah jumlah kursi di parlemen sebanyak 100 kursi.

Walaupun begitu, Hitler memanfaatkan kemenangan partai komunis sebagai suatu kesempatan untuk menyebar huru-hara. Beliau dengan jentera propagandanya berusaha menakuti rakyat jelata dengan menyebarkan berita kebangkitan Bolshevik akan terjadi dan hanya NSDAP yang mampu membendungnya. Beberapa ahli perniagaan terkenal yang risau dengan revolusi tersebut meminta kepada Paul von Hindenburg supaya Hitler dilantik menjadi Canselir. Hindenberg akhirnya terpaksa menuruti desakan mereka dan melantik Hitler yang berusia 43 tahun sebagai Perdana Menteri ‘Chancellor’ Jerman.

Jerman dibawah kerajaan “Third Reich”

Setelah Pemilu 1932, Hitler membuat Undang-Undang Enabling Bill yang memberi kekuasaan diktator kepadanya. Undang-Undang tersebut memerlukan tiga perempat suara Reichstag dan partainya hanya mempunyai sepertiga kursi. Walaupun begitu, sebagian besar wakil partai komunis telah dimasukkan ke kamp tahanan. Hitler hanya memerlukan dukungan Catholic Centre Party (BVP) untuk memuluskan akta ini. Hitler kemudian menemui perwakilan partai ini dan menjamin hak untuk gereja Katholik. Akhirnya partai Nazi berhasil mendapatkan dukungan partai BVP dan akta ini diluluskan.

Langkahnya yang pertama ialah mengambilalih persatuan pekerja. Setelah itu Partai Komunis dan Sosial Demokrat telah diharamkan. Ini disusul pula partai lain termasuk Catholic Centre Party, Nationalist Party dan partai-partai lain selain NSDAP telah dianggap sebagai partai haram, dan pada akhir 1933 terdapat lebih 150,000 tahanan politik dimesukkan ke kamp tahanan. Joseph Goebbels telah dilantik sebagai Menteri Propaganda dan senantiasa memantau maklumat yang disebarkan melalui semua surat kabar, majalah-majalah, buku-buku, radio dan sebagainya. Goering, yang merupakan Menteri Dalam Negeri menyingkirkan pegawai-pegawai tinggi polisi dan menggantinya dengan pendukung Nazi. Mereka ini kemudian disebut Gestapo.

Pada awal pemerintahan Hitler, sebagai seorang yang gila kekuasaan beliau selalu cemas dengan perebutan kekuasaan dalam partainya sendiri. Oleh karena itu, beliau melaksanakan sistem pecah dan perintah divide and rule bersama pegawai-pegawainya yang berpengaruh seperti Goebbels, Roehms dan Goering. Diantara mereka bertiga, Roehms merupakan orang yang paling diwaspadai karena mengetuai pasukan SA yang besar dan berkuasa. Oleh karena itu, ia dituduh sebagai seorang homoseks oleh musuh-musuhnya. Walaupun, Hitler pada mulanya tidak mempercayai cerita ini tetapi beliau mempercayainya ketika melihat dengan mata sendiri pegawai yang disukainya itu melakukan hubungan homoseks dengan pegawai bawahannya.

Pada malam yang disebut sebagai Malam Pisau Panjang “The Night of the Long Knives” Hitler membunuh semua penentangnya termasuk Roehms dalam partai Nazi. Hitler juga menyalahkan Komunis dan Yahudi atas kelembaban ekonomi dan berhasil memperoleh dukungan angkatan tentara dengan memerintahkan polisi untuk melengkapi peralatan senjata Jerman.

Namun demikian, banyak kejayaan yang telah terjadi sewaktu beliau berkuasa di Jerman. Antara lain, Jerman merupakan negara Eropa pertama yang pulih sepenuhnya dari krisis ekonomi “the Great Depression”. Tingkat pengangguran telah dikurangi ketika kaum wanita digalakkan untuk berhenti kerja dan menjadi ibu rumah tanga, lantas memberi jalan kepada kaum laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan yang baru. Disamping itu, beliau telah memulai industri otomotif secara besar-besaran di Jerman dengan pembuatan mobil Volkswagen (yang berarti “kenderaan rakyat” dalam bahasa Jerman) dan juga membangun sistem peleburan autobahn di sana.

Bermulanya Perang Dunia II

Pada September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan taktik blitzkrieg (serangan darat, udara secara besar-besaran dan tiba-tiba) mencapai kejayaan yang mengejutkan musuh dan Jenderalnya sendiri. Serangan terhadap Polandia bagaimanapun menyebabkan musuh-musuhnya kini ingin balas dendam serta pihak British dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, dan dimulailah Perang Dunia II. Ketika berkecamuknya Perang Dunia II, pihak British dipimpin oleh Sir Winston Churchill.

Setelah lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran, Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Hitler kemudian menikahi wanita simpanannya Eva Braun, dan kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945. Mayatnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh.